<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5650027772489590013</id><updated>2012-02-16T02:04:27.468-08:00</updated><title type='text'>adx</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adx-keyla.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5650027772489590013/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adx-keyla.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08095626119408232258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_06IZdXsHqss/S53BSFoUvVI/AAAAAAAAAAM/8jM_SNu5dqo/S220/n1185952595_30141910_7139.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5650027772489590013.post-4311152038181871823</id><published>2010-03-16T19:32:00.001-07:00</published><updated>2010-03-16T19:32:55.196-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5650027772489590013-4311152038181871823?l=adx-keyla.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adx-keyla.blogspot.com/feeds/4311152038181871823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adx-keyla.blogspot.com/2010/03/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5650027772489590013/posts/default/4311152038181871823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5650027772489590013/posts/default/4311152038181871823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adx-keyla.blogspot.com/2010/03/blog-post.html' title=''/><author><name>adx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08095626119408232258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_06IZdXsHqss/S53BSFoUvVI/AAAAAAAAAAM/8jM_SNu5dqo/S220/n1185952595_30141910_7139.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5650027772489590013.post-2225796387122271471</id><published>2010-03-14T21:46:00.002-07:00</published><updated>2010-03-14T21:48:26.853-07:00</updated><title type='text'>NASIP DIAYUN GELOMBANG</title><content type='html'>NASIP DIAYUN GELOMBANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desiran angin malam menderu menembus Kesunyian dimalam itu, di keheningan malam ada sesosok bayangan yang bergerak secara perlahan berjalan di tepi jalan yang disekeliling jalan tersebut ditumbuhi pepohonan yang menjulang tinggi dan berdaun rindang, Seorang Lelaki berbadan tegap berpakaian rapi berjalan sambil menundukan kepala dan terdengar suara tangisan yang tertahan dari lelaki itu, Sesekali kakinya terhenti melangkah, suara pelan terdengar dari mulutnya “ Kenapa ini bisa terjadi “... Air mata tanpak mengalir dari kedua belah matanya, Ibu...Ibuuk...Ukh...ukh...uu... dia mengusap air matanya lalu dia mengambil sebungkus rokok dari kantong celananya dan menyulut satu batang, pelan sekali dia membakar rokok yang sudah berada di dalam mulutnya...dari kejauhan terdengar suara sepeda motor dari arah belakang pemuda itu...drum Druumm bunyi suara sepeda motor yang datang dari arah belakangnya, dengan tergesa – gesa ia menghapus air matanya agar tidak kelihatan kalau dia sedang menangis,sambil menundukan kepalanya ia mulai berjalan kembali...itu kayak jalannya yanto...gumam pengendara sepeda motor itu, ia itu benar yanto dia berkata dalam hatinya..kemudian sepeda motor tersebut berhenti tepat disamping lelaki tersebut, Yanto....?!! Ngapain kamu jalan sendirian disini... kamu dari mana ??? Sapa Pria yang mengendarai sepeda motor tersebut, Sambil memalingan wajahnya pemuda yang dipanggil yanto menengok pengendara motor yang berada disampingnya kemudian menundukkan kembali kepalaya “ kagak ada San Aq Cuma pegen jalan kaki aja...Yanto merupakan temen dekat Sandi, mereka bertemen sedari kecil, maklum satu kampung dan semasa mereka kecil tidak ada permaianan seperti sekarang yang mana anak – anak lebih memilih main PS atau memainkan Komputer dirumah masing – masing dan kalau pengen main yang lain mereka tinggal minta sama orang tuanya dan banyak mainan yang tersedia dan tinggal pergi ketoko mainan, semua sudah tersedia, lain halnya dengan masa kecil Yanto dan Sandi, mereka selalu berkumpul bersama dan main bersama karena Zaman mereka banyak permaianan yang bisa menghabiskan waktu dan Yanto dan Sandi sedari SD sampai tamat SMA mereka satu sekolah dan Sandi merupakan temen dekat dari Yanto....Ayoklah Yan, kamu ikut aq aja, kita kepos ronda, mungkin banyak anak2 yang lain disana.. Sandi mengajak Yanto untuk ikut dengannya..Yanto seperti tidak mendengarkan ajakan Sandi, dia hanya menundukkan kepalanya dan diam saja, Sandi kembali menajak yanto...Ayok Yan..Kamu kok bengong aja, kayak orang kesurupan kamu tu,,ayok lah nanti kesurupan beneran baru tau rasa loe, dengan nada bercanda Sandi mengejek Yanto dan tangannya meninju pelan bahu Yanto...Dengan senyum tipis anto menganggugkan kepalanya pertanda ia setuju dengan ajakan dari sandi...Druuummm, sepeda motor bebek yang dikendarai Sandi memecah kesunyian malam dan meninggalkan jalan sepi yang ditumbuhi pepohonan besar dan rindang yang membuat tempat itu seperti hutan belantara..&lt;br /&gt; Sepeda motor yang dikendarai Sandi berhenti disebuah pos ronda yang tidak berapa jauh dari tempat sandi bertemu dengan Yanto, dan tidak seperti biasanya pos ronda tersebut tidak ada satupun orang yang berada disana dikarenakan pos ronda tersebut merupakan tempat nongkrong pemuda yang ada dikampung itu,.. Kok sepi ya !? Pada kemana mereka kata Sandi sambil menengok ke wajah Yanto, Lho Yan...??? kamu kenapa ?? mata kamu kok merah..Napa Yan ??? Yanto hanya menundukkan kepalanya dan tidak menjawab pertanyaan Sandi..Yan...Tangan sandi memegangi bahu yanto sambil menunggu jawaban dari sahabatnya itu...Kamu kenapa Yan.?? kok kamu diam..Sandi mulai memberikan pertanyaan yang mendesak Yanto untuk menceritakan permasalahannya,.. akan tetapi Yanto tidak menjawab pertanyaan Sahabatnya itu, Ia hanya diam, sambil menunduk lemah yanto menduduki balai bambu yang ada dipos ronda itu...Mata Yanto mulai berkaca – kaca dan Sandi tambah penasaran melihat sahabatnya itu, karna tidak seperti biasanya Yanto bersikap seperti itu dan baru pertama kali semenjak Sandi mengenal yanto tidak pernah ia memperlihatkan kesedihannya, hanya guyonan dan ketawa lebar yang selalu ada disaat mereka berkumpul....Sangat berbeda sekali sikap yang ditunjukan oleh Yanto yang membuat Sandi merasa penasaran dengan Sikap yanta ...Kamu kenapa Yan ?? Kamu ndak mau cerita ma aku,.... kata sandi sambil menatap kearah Yanto dengan penuh penasaran ,. Sambil menundukkan kepalanya Yanto menceritakan apa penyebab sehingga ia begitu terpukul...Saya sudah ngecewain semua keluargaku San, mereka pasti kecewa San...Uuh..Uuuuu..Yanto tersendat-sendat menahan kesedihannya,..Yanto kembali diam dan Sandi kembali bertanya dengan Yanto,.. Memangnya apa permalahanya,..?? Baiknya kamu cerita saja sapa tau aku bisa bantuin...?! Yanto hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Sandi, dan Sandi juga terdiam sambil mengingat – ingat hal – hal yang mungkin terjadi, dan Sandi teringat kalau Yanto sudah seminggu tiedak berada dirumah dikarenakan dia sedang melamar pekerjaan...Sandi mulai menanyakan hal yang ada difikiranya,, Apa Lamaran kerja kamu tidak diterima ?? atau mungkin ada permasalahan yang lain ?? ..Yanto menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu..“ Kamu benar San, lamaran kerja aq ndak diterima, aq kalah bersaing San...Sandi mengerutkan keningnya merasa tidak percaya sahabatnya sedih seperti ini dikarenakan dia tidak berhasil mendapatkan pekerjaan....Lho.. Yan,,.. kok kamu lemah seperti ini, kamu sedih seperti ini hanya lantaran kamu tidak diterima bekerja ?!!?.. , kamu kan masih bisa cari peluang ditempat lain, bukan menyerah seperti ini ...Timpa Sandi dengan nada meyakinkan Yanto..,,tapi keluarga aku sangat mengharapkan aku dapat pekerjaan itu San, dikarenakan aku pengen bantu keuangan keluarga aku San, Apa lagi Ibu..kamu tau sendirikan Ibu kyak gimana ??? Sandi menjawab pertanyaan Yanto,. Ia,,... aku tau Yan, tapi kan kamu bisa memberikan pengertian dan berjanji kan mencari pluang kerja ditempat lain...Timpa sandi ditengah keseriusan Yanto menceritakan permasalahanya..Ia San, kamu tau ndak, sewaktu aku brangkat ngantarin lamaran Ibu minjam uang tetangga untuk biaya aku selama mengikuti tes melamar pekerjaan itu,, Ibuk aku sangat mengharapkan aku dapat bekerja San...Sandi hanya terdiam sambil menatap wajah sahabatnya itu dan dia bisa merasakan kepedihan yang sedang dihadapi oleh sahabatnya ....aku ndak tau lagi San...mereka pasti kecewa San...Sandi hanya diam dan memegang pundak Yanto pertanda dia merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Yanto, Kamu tabah ya...Aku tau kluarga kamu sudah sangat berharap kamu mendapatkan pekerjaan itu, tapi yang diatas pasti punya rencana lain, Mungkin kamu tidak akan betah kerja disana atau kamu tidak kan nyaman bekerja disana, kamu harus yakin semua pasti sudah diatur ma yang diatas, Kamu sabar ya, kamu harus pulang beri Ibu pengertian, Aku yakin Kluarga kamu tidak akan kecewa karena bukan kamu yang mengatur semuanya, lain hal kalau kamu sudah bekerja disana trus kamu berhenti karena tidak betah atau hal lain wajar kamu seperti sekarang,,,Sandi mencoba memberikan pengertian kepada Yanto....Yalah San, Aku pulang dulu ya, dah terlalau malam, ..Sambil berdiri Yanto lansung pergi dan dengan langkah yang berat Yanto mengayunkan kaki menuju rumahnya yang tidak berada jauh dari Pos ronda tempat dia duduk dengan Sandi...Sementara Sandi hanya diam melihat perobahan yang dialami sahabatnya dan kemudian Sandi mulai menghidupkan Sepeda motornya dan melaju berlawan arah dengan Yanto...&lt;br /&gt; Buu...Ibukkk.....tok...tok...tok,.. bunyi pintu yang diketok oleh yanto.....Ibuk yanto mendengar suara Yanto memanggil dari luar rumah,,dan kemudian membangunkan suaminya ..Pak, Yanto pulang...buka’in pintu......Ia, Sahut Bapak Yanto dan kemudian mulai berjalan mendekati pintu depan...Kamu dah pulang Nak sapa Bapak yanto setelah membuka pintu dan melihat anak sulungnya berdiri dihadapanya....Ia Pak...sahut Yanto, ia tidak berani menatap wajah Bapaknya ia hanay tertunduk lemah dan lansung berjalan menuju kamarnya..Ayahnya hanya diam memandangi sikap anaknya, Mungkin dia gagal lagi...Bapak Yanto bergumam dalam hati...Ya ALLAH, berikanlah yang terbaik buat anak hamba...Bapak Yanto mengucapkan doanya sambil menegadahkan kepalanya keatas dan mengusapkan kedua tangannya kewajahnya lalu melangkah menuju kamarnya dan sambil melihat Jam, dah Jam 01 Gumam bapak Yanto...Ia lansung merebahkan badanya ketempat tidur...Kok malam2 begini Yanto baru pulang ya Pak...??? ntah lah buk, Bapak tidak tau, Mungkin dia tidak diterima bekerja Buk, Ibuk yanto terdiam, Mungkin belum rezki dia buk..Kata bapak yanto dan lansung melihat kearah Istrinya..Ya ALLAH pak....Air mata lansung keluar dari mata Ibuk yanto..Sambil menangis tersendu – sendu dia lansung membalikan badannya.. membelakangi Pak Kardi..Sesekali terdengar oleh Pak kardi Desahan nafas panjang dari Istrinya, Kardi membalikkan badannya mengarah ke Istrinya..Jangan terlalu difikirkan Buk...Sabar...kardi berusaha menenangkan Istrinya sambil mengusap lengan Istrinya, Hayalan kardi melayang memikirkan Yanto anaknya...Terbayang oleh Kardi kepahitan yang lama menghantui Yanto, Sejak Yanto kelas 1 SMP dia menderita penyakit yang tidak tahu apa nama penyakitnya, menurut keterangan dari Dokter, Anaknya yanto mengidap Infeksi saluran kencing, ada luka dikantong kemihnya sehingga kalau lagi kumat yanto akan merasa sakit saat buang air kecil dan yanto sering menangis karena tidak yahan menahan sakit dari penyakit yang dideritanya..Angan Kardi terhenti disaat Sauda membalikkan Badanya mengarah ke kardi...Sambil memeluk Suaminya Sauda tersedu sedu menahan isak tangisnya,,, Kok malang ya pak nasip anak kita...Sauda semakin erat memeluk suaminya....Ibuk jangan ngomong seperti itu...Kita harus banayak berdoa supaya anak kita dimudahkannya dalam mendapatkan Rezki...Dan mereka larut dalam pemikiran masing – masing sampai mereka tertidur kembali....&lt;br /&gt; Mentari pagi mulai menampakan diri dan suara burung benyanyi riang dipagi itu ramai sekali suara burung kecil bernyanyi disekitaran rumah Yanto..Sauda duduk termenung didepan rumahnya, dia duduk sendirian di balai bambu yang ada di depan rumahnya...Buk, Yanto udah bangun ...?? Sauda terkejut mendengar suara yang datang dari belakangnya.Belum pak, Sauda menjawab dengan suara yang berat pertanyaan dari Kardi...mugkin dia kecapean buk,..kata kardi sambil duduk disamping Istrinya....Mana kopi untuk Bapak Buk.. Kardi bicara tanpa melihat kearah Istrinya, Sambil tersenyum tipis Sauda lansung berdiri dan berjalan masuk kedalam rumah untuk membuatkan kopi untuk Suaminya...Tidak berapa lama Sauda keluar sambil membawa segelas kopi panas untuk suaminya...Sambil meletakkan Kopi diatas meja Sauda mengatakan, Yanto cerita apa tadi malam Pak...?? kemudian sauda lansung duduk disamping suaminya..Dia tidak ada cerita apa – apa buk...jawab kardi sambil mengabil gelas yang berisikan kopi .. Jadi bapak tau dari mana kalau yanto tidak diterima bekerja, Sauda bertanya dengan nada yang serius sambil menatap wajah Kardi ... Tai malam pada saat bapak bukain pintu mata yanto terlihat seperti habis menangis buk, dan dia tidak ada ngomong sepatah kata pun dan lansung berjalan tergesa – gesa ke kamarnya dan bapak dengar suara kayak menangis Buk... Kardi menerangkan kenapa dia mengambil kesimpulan kalan yanto tidak diterima bekerja... Sauda hanya diam mendengar keterangan dari suaminya, lalu mengambil nafas panjang dan kembali bicara....Kenapa yanto harus mendapatkan banyak cobaan ya pak ...?! Ibuk kasihan dengan yanto pak...padahal dia sudah mendapatkan banyak cobaan, Kita pernah melakukan kesalahan apa ya pak,... sehingga anak kita harus mengalami banyak cobaan seperti ini Suara ibuk yanto mulai serak seperti mau menangis dan kemudian menundukan kepalanya...Ibuk jangan bicara seperti itu dong buk ....kita harus pasrah..semua sudah ada yang mengatur...kita harus tawakal menghadapi semua ini...Sahut Bapak yanto mencoba menenangkan Istrinya..Tidak beberapa lama Bapak yanto mencoba menenangkan Istrinya, kemudian terdengar suara dari dalam rumah..Pagi buk,.. Pak...Kak yanto dah pulang ya Pak ??? Gimana pak ??? apa Kakak diterima bekerja ?? tanya Nensi dengan nada yang serius sambil mengharapkan dia kan menpatkan kabar yang menyenangkan namun tidak ada Suara ataupun kata yang keluar dari Bapak maupun Ibuk yanto...dan nensi kaget melihat ibuknya hanya menunduk seakan mencoba menyembunyikan wajahnya supaya tidak kelihatan oleh anak gadisnya itu...Lho...Kok nensi tanya pada diam sih ?!? dan Nensi sudah bisa menebak jawaban dari pertanyaannya tadi... Brarti kak yanto gagal lagi ??? mendengar pertanyaan itu kemudian Bapak yanto menganggukkan kepalanya pertanda memang benar adanya dugaan Nensi....Duuh kakak.....Lalu nensi duduk pas disamping Ibuknya..Nensi merupakan adik perempua yanto yang masih Sekolah Menengah Pertama, Nensi masih duduk dikelah 2 SMP yang tidak berada jauh dari Rumah Yanto..Kakak jam brapa nyampe rumah Buk...?? nensi kembali bertanya Sambil merebahkan kepalanya kebahu Ibuknya...Buk, Mana Kakak ??? Apa kakak baik2 saja..Dengan suara yang sangat pelan Nensi menanyakan perihal kakaknya... Kakakmu masih belum bangun, dia masih dikamarnya.... Kakak pasti sangat terpukul buk...timpa Nensi...kamu kok menduga seperti itu sih nak...ndak boleh seperti itu... Jawab ibu Yanto dengan nada yang serius sambil memandang kearah Suaminya...Pak Kardi menatap dengan serius kearah Nensi... Nensi mengangkat kepalanya dari pundak Ibunya,,, Kakak sangat mengaharapkan dapat pekerjaan itu Buk...Kakak pernah crita kalau dia sangat ingin bisa bekerja ditempat dia memasukkan lamarannya...Suara Nensi terdiam sejenak, dan sambil memalingkan wajahnya kearah ibunya Nensi kembali bercerita...Kakak sangat ingin membantu keuangan kluarga kita...Dia kasihan sama Bapak yang masih membanting tulang untuk membiayai kehidupan keluarga, dan Kakak sangat ingin membahagiakan Ibuk..Kakak sangat ingin bisa behasil Buk...Nensi merebahkan kembali kepalanya kepundak Ibunya....Ibuk Sauda hanya membelai rambut anaknya ,, Mungkin belum rezki Kakak mu...Ibu Senang kalau kakakmu punya pikiran seperti itu kata Sauda sambil membeai rambut anak gadisnya .....Itulah Buk,,, Kakak pernah juga bilang kalau dia telah sering membuat Bapak ma ibuk susah...Kakak sangat ingin membahagiakan kita buk.....?!! Air mata mulai mengalir dipelupuk mata Nensi dan sambil terendu – sendu nensi memeluk erat Ibuknya..Ibuk Sauda hanya terdiam dengan pandanganya yang kosong mengarah kelantai Depan rumahnya...Kita harus bersabar dan terus mendoakan agar keinginan Yanto terkabul, Suara pelan dari Pak Kardi memecah Keheningan Kala itu.....Nensi dan Ibuk Sauda hanya menatap sebentar kearah Pak Kardi dan kembali hanyut dengan perasaan masing – masing....&lt;br /&gt; Yan...Yanto....Bangun nak...Udah siang....Sauda memanggil Yanto sambil mengetok pintu kamarnya...akan tetapi tidak ada jawaban dari yanto, Duh anak ini,, tapi mungkin dia kecapek’an gumam Sauda dalam hatinya..lalu ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk kembali memasak makanan untuk makan Siang...Tidak selang berapa lama terdengar suara yang memanggil manggil daro luar rumah.....Mbak...Mbak Sauda.....?! Terdengar suara memanggil Buk Sauda...Nen, coba liat siapa diluar.....Ibu sauda memanggil Nensi untuk melihat siapa yang memanggil diluar....Ya Buk...Sahut Nensi dari Kamarnya... dengan jalan yang agak tergesa gesa Nensi membuka pintu rumahnya, Eh Tante Siska... Nensi menyapa Perempuan yang berada didepannya...Ibuk kamu ada ??? Siska bertanya sambil memberikan senyuman yang ramah kepada Nensi...Ada Tan...Silahkan masuk Tan...Nensi mempersilahkan tante Siska masuk..Tante siska merupakan Istrinya Adik Bapak Nensi, ia memang sering main kerumah Nensi dikarenakan Tante Siska tidak mempunyai Anak dan dirumahnya tante siska hanya berdua sama om sugeng sedangkan Suaminya sering kerja keluar kota...dan setiap suaminya kerja keluar kota siska selalu menghabiskan waktunya dirumah sauda....Siska melangkahkan kakinya lansung menuju dapur rumah nensi,.. Masak apa mbak,..? tanya siska ringan sambil mengambil segelas air putih... Eh kamu toh....!? Kirain sapa tadi...pake manggil – manggil sgala....Sauda membalas pertanyaan Siska sambil menggoreng ikan..... Pintunya dikunci kok...Balas Siska sambil meminum air yang dipegangnya...Gimana Kabarnya Yanto Mbak.... dah ada kabar...??? Siska bertanya sambil mendekat pada Sauda...Sauda mengambil nafas panjang dan menjawab pertanyaan Siska,.. Yanto tidur dikamar, tadi malam dia pulang...!! Siska kaget mendengar jawaban dari Sauda ... Jadi mbak...??!! Siska mendesak Sauda untuk menjawab pertanyaanya tadi... Sauda hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari siska...Apa Yanto gagal lagi Mbak ??? Desak Siska menunggu jawaban dari Sauda....Sambil mendesah panjang Sauda menganggukkan kepalanya pertanda ia membernarkan tebakan dari Siska.....Siska hanya diam mendapati dugaannya memang benar kalau yanto tidak berhasil....Dalam hatinya Siska berkata “ Malang nian Nasipmu yan...” Siska meletakakan gelas yang berisi air putih diatas meja...Lalu dia berjalan menuju ruang tengah dan meninggalkan Sauda yang masih menggoreng ikan...&lt;br /&gt; Nen, Kamu lagi ngapain ??? kamu ndak skolah hari ni..???? tanya siska kepada nensi yang sedang menyusun- nyusun buku kedalam tasnya...Skolah Tan....Masuk Sore,...tidak biasanya ada jam belajar sore hari ....tanya siska keheranan.....Ada perbaikan lantai ruang kelas tan...jadi jam belajarnya dibagi ...jawab nensi sambil terus menyusun buku – buku pelajarannya...Jadi karna ada perbaikan sekolah,... kemudian siska merebahkan badanya ditempat tidur Nenzi...Nensi telah selesai merapikan Buku pelajaranya.. Sambil berdiri dari tempat duduknya Nensi bicara pada Siska,, Om Sugeng brapa lama kerja diluar kota Tan ??? Tanya Nensi sambil mendekati Siska yang lagi tidur2ran di tempat tidurnya.... Lho.... Tante,,,,!!? Nensi keheranan melihat Tantenya sudah tertidur pulas.... Sembari menggelengkan kepalanya Nensi membiarkan Siska tidur dan kemudian pergi kedapur untuk membantu ibunya yang sedang masak....Dah Slesai buk , ?!! Nensi bertanya sama Ibuk Sauda yang lagi asyik menggoreng ikan....Dengan Nada agak marah.. Aduuuh... Kamu bikin ibuk Kaget aja.....Sambil asik membalik ikan yang sedang digorengnya....Sambil melangkah mendekati Ibuknya, Ibuk lagi mikirin apa’an ??? Masak kok melamun......?!! Nensi lalu duduk dikursi yang tidak jauh dari tempat ibuknya memasak.... Sauda hanya diam seakan tidak mendengarkan perkataan anaknya...Buk, Kakak masih tidur !!!? Nensi berdiri dan berjalan kearah Sauda sambil memegangi pinggang Sauda Nensi menyandarkan kepalanya kepunggung Sauda.... Tadi ibuk panggil – panggil kakakmu tapi tidak ada jawaban mungkin masih tidur.... Coba kamu bangunin,,,, Jawab Sauda sambil menyuruh Nensi membangunkan Kakaknya yang masih tidur ...Mendapati perkataan dari Ibuknya Nensi lansung berjalan menuju kamar kakak nya....Kak..... panggil nensi pada kakaknya, ,, Sambil terus melangkah mendekati kamar Yanto Nensi terus memanggil manggil Yanto.... Kak..., Banguuunnn.. Udah siang,,, Dasar pemalas... Gerutu Nensi untuk mencandai kakaknya..... Kak Yanto.... IIIkhhh, Susah banget dibangunin...Nensi terus memanggil – manggil Yanto pas didepan pintu kamar yanto.... Kemudian nensi mencoba mengoyang- goyangkan daun pintu kamar yanto,,, akan tetapi pintu kamar yanto tidak terkunci, dan Nensipun kaget mendapati pintu kamar yanto tidak terkunci karena tidak seperti biasanya yanto tidur dengan pintu tidak dikunci....Aneeh... Gumam nensi dalam hatinya,,,, Kak,,,, dengan nada yang agak pelan nensi kembali memanggil Yanto... akan tetapi yanto tidak ada ditempat tidurnya, Nensi sangat kaget karena tidak kakaknya tidak berada dikamarnya...Sambil berteriak Nensi memanggil – manggil Ibuknya....Ibuk.... Ibuuuukkk... Kakak ndak ada dikamarnya,,, mendengar teriakan nensi membuat sauda berlari kekamar Yanto yang berada di kamar paling depan...Kamu ni kenapa Sih nen..... teriak –teriak kayak gitu.... Dengan nafas yang tersengal sengal Sauda mendekati Nensi....Kakak buk.... nensi bicara sambil mengeluarkan air mata...dan tangannya memegangi sepucuk surat.....Tangisan Nensi makin keras saat dia memberikan Surat dari Yanto pada ibuknya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’allaikum..&lt;br /&gt;Maaf sebelumnya,,,.. bapak..., Ibuk,... Nensi... maafkan saya.....&lt;br /&gt;saya telah banyak menyusahkan ibuk sama bapak... Saya tidak sanggup melihat kesedihan diwajah kalian.... Maafkan Yanto.... Yanto pergi dari rumah untuk mencari kerja di daerah lain,, Mungkin tidak ada rezki yanto di sini.... Do’akan Yanto ya Pak....Buk.... &lt;br /&gt;Maafkan Yanto, Yanto tidak sanggup pamitan secara lansung sama kalian......&lt;br /&gt;Tuk adik kakak yang cantik... kamu rajin belajar ya... jangan nakal...Kasiah Bapak ma Ibuk... cukup kakak saja yang bodoh, kamu jangan meniru perilaku kakak ya.... Kakak sayang sama kamu....Maafkan yanto....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANTO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nensi terisak – isak membaca surat yang ditinggal Yanto... setelah selesai membaca surat dari yanto dia memeluk Ibuknya yang hanya diam tanpa kata sedikitpun, Pandangan Sauda nampak kosong, dia terbayang semua tingkah laku dan sikap yanto.....nensi tambah kuat tangisnya meihat tingkah ibuknya yang hanya diam tanpa kata....Ibuukkk...... Nensi mengoyang – goyangkan tubuh Sauda..... Ibuuuk..... Uuuukh....uuuuu Ibu......Siska yang tertidur dikamar Nensi yang berada disebelah kamar Yanto terbangun mendengarkan adanya suara tangisan Nensi .....Siska lansung berdiri dan berjalan menuju arah suara tangisan itu.....Siska terkejut menyaksikan pemandangan didepannya dia seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,,, Siska mengusap – usap matanya berkali – kali... Nensi dan Sauda saling berpelukkan dan Nensi menangis sedangkan Sauda hanya diam saja... Siska melangkahkan kakinya mendekati Sauda dan Nensi...Siska mencoba memegang Pundak Sauda...” ada apa kak..???” Siska mencoba mencari tahu pemasalahannya,, Sauda hanya diam, akan tetapi Nensi memberikan sehelai kertas kepada Siska... Kemudian Siska mengambil dan membaca kertas tersebut... Siska kaget dan seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dibacanya....air mata Siska pun mulai bercucuran..... “ Sabar ya kak...” Siska memeluk Sauda dari belakang....Tidak berapa lama Siska memeluk Sauda dia mencium sesuatu yang terbakar... Kak ... sepertinya ada yang terbakar “” Siska memecah keheningan kala itu.... Aduhh Gorengan ku.... Sauda berlari kedapur untuk melihat Gorengannya..... Pikiran Sauda Galau dan tidak tau harus berbuat apa – apa... Sedangkan Siska mencoba menenangkan Nensi yang terus saja menangisi Kakaknya.... “ kamu sabar ya Nen ....?!! “ Siska mendekati nensi dan membelai rambut nensi yang sedang terduduk lemas diatas tempat tidur.. Nensi hanya diam dan kepalanya tertunduk dan ia tidak tau apa yang sedang dalam fikirannya, semuanya berkecamuk....” Kakak “.. Kata pelan keluar dari mulut Nensi ... Dia sangat kehilangan kakaknya, walaupun mereka sering bertengkar karna Yanto sering marahin Nensi yang malas bantuin Ibuk beres – beres rumah....Siska seakan tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi... Bagi Siska Yanto dan Nensi sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri karna dulu rumah mereka berdekatan... .Sauda tidak tau apa yang sedang dirasakannya, semuannya berkecamuk dalam hatinya..... Assalammualaikum... Bapak pulang.... Gumam Sauda... dengan jalan yang tergesa – gesa Sauda pergi keruang tengah untuk menemui Suaminya....Nensi mendengar ada suara Bapaknya dengan bergegas pula ia berlari keluar kamar yanto dan meninggalkan Siska yang hanya terpaku dengan Semuanya....Bapak...Teriak Nensi memanggil Kardi... Nensi lansung memeluk Kardi dan kardi Kaget dengan tingkah Nensi... “ Knapa Nak,,,” sahut Kardi dan Sauda pun hanya diam saja berada didekat Kardi... Kardi panik dengan tingkah Nensi... Kardi melihat pada Sauda “ Ada apa buk ??“ tanya kardi dengan nada penuh tanda tanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  TOBE CONTINUE.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5650027772489590013-2225796387122271471?l=adx-keyla.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adx-keyla.blogspot.com/feeds/2225796387122271471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adx-keyla.blogspot.com/2010/03/nasip-diayun-gelombang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5650027772489590013/posts/default/2225796387122271471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5650027772489590013/posts/default/2225796387122271471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adx-keyla.blogspot.com/2010/03/nasip-diayun-gelombang.html' title='NASIP DIAYUN GELOMBANG'/><author><name>adx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08095626119408232258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_06IZdXsHqss/S53BSFoUvVI/AAAAAAAAAAM/8jM_SNu5dqo/S220/n1185952595_30141910_7139.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
